Wakatobi (BDK Makassar) – Balai Diklat Keagamaan Makassar baru saja merampungkan rangkaian kegiatan Pelatihan Manajemen Perpustakaan yang diselenggarakan atas kerja sama dengan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Wakatobi.
Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 10 sampai dengan 15 September 2026 ini, diikuti oleh 50 peserta yang seluruhnya merupakan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di lingkungan madrasah serta sekolah se-Kabupaten Wakatobi. Penutupan kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh para pejabat, pengawas, serta perwakilan organisasi profesi pendidikan di daerah tersebut.
Acara penutupan secara resmi dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Wakatobi, Drs. H. La Rija, M.Pd.I. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa penguasaan manajemen perpustakaan bukan sekadar keterampilan tambahan, melainkan kebutuhan mendasar yang wajib dimiliki setiap pendidik.
“Para guru PAI harus memiliki kompetensi yang memadai dalam mengelola perpustakaan, agar mampu menghadirkan ruang baca yang nyaman, tertata, dan bermanfaat bagi pengembangan wawasan serta karakter peserta didik,” ujar Drs. H. La Rija.
Lebih lanjut, beliau berharap ilmu yang diperoleh dapat langsung diterapkan di masing-masing satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Sementara itu, Ketua DPD AGPAII Kabupaten Wakatobi, Hendra, S.Pd.I., menyampaikan pandangan yang memperkuat pentingnya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat menyimpan buku, melainkan jantung literasi yang menjadi pusat pengembangan wawasan, pengetahuan, serta peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
“Perpustakaan adalah jantung literasi. Ia bukan sekadar gudang penyimpanan, melainkan ruang yang menghidupkan semangat membaca, berpikir kritis, dan membuka wawasan luas bagi setiap warga sekolah,” tegas Hendra.
Kegiatan ini pun menjadi bukti nyata sinergi yang terjalin baik antara BDK Makassar sebagai pusat pengembangan kompetensi ASN dan tenaga pendidik dengan pemangku kepentingan di daerah. Para peserta menyambut baik pelatihan ini dan berkomitmen untuk mengelola perpustakaan dengan lebih profesional, inovatif, dan berkelanjutan. Diharapkan, hasil kegiatan ini dapat melahirkan perpustakaan-perpustakaan yang hidup dan bermanfaat, sehingga minat baca serta kualitas pendidikan di Wakatobi terus meningkat ke arah yang lebih baik di masa mendatang.