RAHA (BDK Makassar) – Menatap deretan rak buku di perpustakaan sekolah kini tak lagi membosankan. Di Kabupaten Muna, fasilitas literasi hingga laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI) siap bersolek menjadi ruang belajar yang hidup, interaktif, dan akrab dengan teknologi.

Langkah besar ini ditandai dengan selesainya Pelatihan Teknis Laboran PAI dan Manajemen Perpustakaan pada Selasa (11/8/2026) di Raha. Kegiatan yang digagas atas kerja sama Balai Diklat Keagamaan Makassar dan DPD AGPAII Kabupaten Muna ini berlangsung selama enam hari, sejak 6 Agustus 2026. Sebanyak 90 guru serta tenaga kependidikan tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Kabupaten Muna tuntas dibekali keterampilan mengelola sarana pembelajaran secara profesional.

Momen penutupan dipimpin langsung oleh Kepala BDK Makassar, Hj. Milawati, didampingi Kasi PAI Kantor Kemenag Kabupaten Muna, Laode Irhan Wuga.

Mendorong Pengelolaan Berbasis Digital selama pelatihan, para peserta diajak mendalami berbagai strategi tata kelola modern mulai dari digitalisasi katalog perpustakaan, perawatan sarana praktikum keagamaan, hingga metode kreatif memantik minat baca murid. Pendekatan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan generasi muda yang erat dengan dunia digital, sehingga fasilitas sekolah dapat berfungsi optimal.

Saat memberikan arahan, Kepala BDK Makassar, Hj. Milawati, mengingatkan pentingnya perubahan cara pandang dalam mengelola fasilitas pendidikan.

“Perpustakaan dan laboratorium PAI bukan sekadar ruang penyimpanan buku atau alat peraga, melainkan pusat inovasi pembelajaran yang harus dikelola dengan sistem manajemen mutakhir,” kata Hj. Milawati di hadapan para peserta.

Dukungan serupa diutarakan Kasi PAI Kemenag Kabupaten Muna, Laode Irhan Wuga. Ia menilai kolaborasi ini sebagai dorongan nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan Islam di daerah.

“Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk memastikan setiap satuan pendidikan di Kabupaten Muna memiliki SDM yang mumpuni. Kita ingin potensi sarana dan prasarana yang ada di sekolah bisa dioptimalkan demi mendongkrak mutu para lulusan,” tutur Laode Irhan Wuga.

Berbekal pengalaman dan pengetahuan baru tersebut, para pengelola siap membawa angin segar ke sekolah masing-masing menjadikan laboratorium PAI dan perpustakaan sebagai ruang tumbuh yang menyenangkan bagi siswa di Kabupaten Muna.

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3