BDK MAKASSAR – Tak sekadar duduk mendengarkan teori di balik layar monitor, puluhan aparatur keagamaan di seluruh wilayah kerja BDK Makassar membuktikan perubahan nyata dalam keterampilan berkomunikasi. Selama 10 hari kerja menggembleng diri lewat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), rangkaian Pelatihan Public Speaking Angkatan III dan IV ini resmi dimanfaatkan sebagai ajang pembuktian kualitas SDM Kementerian Agama.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Balai Diklat Keagamaan Makassar ini berfokus pada penguasaan teknik vokal, bahasa tubuh, manajemen panggung, hingga kemampuan menyusun narasi dakwah dan layanan publik yang persuasif.
Kepala BDK Makassar Milawati, mengapresiasi keberanian para peserta yang langsung mempraktikkan materi dan menerima evaluasi secara real-time dari para Widyaiswara profesional. Menurutnya, kemampuan public speaking kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan senjata utama aparatur keagamaan di era digital.
“Public speaking bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan kompetensi inti. Aparatur keagamaan adalah wajah instansi bagaimana kita memimpin rapat, melayani masyarakat, hingga menyampaikan ceramah yang menyejukkan, di situlah kualitas pelayanan publik dipertaruhkan. Apa yang diperoleh di sini harus langsung terasa dampaknya di lapangan,” tegas Milawati saat menutup kegiatan pada Jumat (31/07/2026).
Keberhasilan PJJ ini membuktikan bahwa keterbatasan jarak bukan penghalang untuk melahirkan agen perubahan di satuan kerja (satker) masing-masing. Melalui simulasi dan praktik langsung, para alumni kini siap membawa pesan-pesan integritas serta moderasi beragama secara lebih komunikatif, menarik, dan beretika.
Dampak nyata pelatihan ini bahkan langsung terlihat di ruang publik. Melalui tugas akhir berupa pembuatan konten video yang diunggah ke media sosial dan menandai (tag) akun resmi BDK Makassar, para peserta berhasil menunjukkan peningkatan kecakapan bicara yang signifikan.
Melihat antusiasme dan tolok ukur keberhasilan tersebut, BDK Makassar berkomitmen untuk terus menghadirkan program pelatihan komunikasi tingkat lanjut (advanced) demi mencetak aparatur yang makin adaptif dan profesional.