Muna (BDK Makassar) – Perpustakaan dan laboratorium sekolah tak boleh lagi hanya dianggap sebagai fasilitas pelengkap yang sepi penghuni. Hari ini, sebanyak 90 Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) dari berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Muna berkumpul untuk mengikuti Pelatihan Manajemen Perpustakaan dan Laboran PAI. Langkah strategis ini digelar oleh Kementerian Agama Kabupaten Muna dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) yang bekerja sama dengan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar.
Inisiatif ini membawa dampak nyata bagi masa depan dunia pendidikan di Muna. Lewat pelatihan berbasis penguasaan teknologi digital dan aplikasi modern ini, sekolah-sekolah di Muna dipersiapkan untuk melahirkan ekosistem belajar yang tidak hanya interaktif dan menyenangkan, tetapi juga ampuh membentengi karakter moral generasi muda di tengah arus digitalisasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna, Haji Rahman Ngakali, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir para tenaga pendidik dalam mengelola sarana pembelajaran.
“Perpustakaan dan laboratorium bukan sekadar pelengkap, melainkan jantung dari proses pembelajaran yang efektif. Para peserta harus mengubah pola pikir pengelolaan sarana pendidikan menjadi lebih profesional, terstruktur, dan berbasis teknologi agar dapat meningkatkan minat baca serta pemahaman praktis siswa terhadap materi keagamaan,” tegas Haji Rahman Ngakali dalam arahannya.
Kurikulum pelatihan disusun secara komprehensif untuk menjawab tantangan era digital. Para guru PAI digembleng dengan keterampilan teknis mulai dari pengklasifikasian buku, pengelolaan sistem katalog digital, hingga perawatan dan pemanfaatan alat peraga laboratorium PAI. Selain itu, narasumber ahli turut membagikan strategi penataan ruang yang inspiratif, metode literasi sekolah, serta pembelajaran eksperimental agar materi PAI lebih mudah dihayati siswa secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh Pengurus DPD AGPAII Kabupaten Muna, Waode Siti Sajlhriah. Ia berharap ilmu yang diserap dari BDK Makassar ini segera diimplementasikan di satuan pendidikan masing-masing.
“Ilmu yang diperoleh selama pelatihan ini harus segera diaplikasikan di masing-masing satuan pendidikan untuk menciptakan ekosistem belajar yang kondusif dan bermutu. Para guru PAI dituntut untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam mengembangkan potensi siswa, tidak hanya dari aspek kognitif tetapi juga afektif dan psikomotorik melalui pemanfaatan sarana yang ada,” ujar Waode Siti Sajlhriah.
Melalui hadirnya tenaga pengelola perpustakaan dan laboran PAI yang kompeten, kerja sama ini menjadi pondasi kuat bagi Kabupaten Muna dalam melahirkan generasi yang cerdas, berliterasi tinggi, dan berakhlak religius.