BDK Makassar (Humas) — Sebanyak 160 aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pembukaan empat pelatihan jarak jauh (PJJ) yang diselenggarakan Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Agustus 2026 ini dibuka secara daring oleh Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) Kemenag, Musyarrafah Amin, setelah sambutan Kepala BDK Makassar, Milawati.
Empat jenis pelatihan yang digelar meliputi Pelatihan Teknis Pelayanan Publik, Pelatihan Penggerak Kurikulum Berbasis Cinta, Pelatihan Media Penyuluhan Berbasis TIK, serta Pelatihan Publikasi Ilmiah. Program ini diharapkan menjadi wadah peningkatan kompetensi ASN sekaligus menjawab tantangan birokrasi modern yang profesional, adaptif, dan inovatif.
Kepala BDK Makassar, Milawati, menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan publik Kemenag. “Pelatihan ini adalah komitmen kami untuk membangun birokrasi yang ramah, transparan, dan inovatif. Kami berharap peserta mampu menghasilkan karya ilmiah berkualitas serta memanfaatkan teknologi digital dalam penyuluhan keagamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusbangkom MKMB Kemenag, Musyarrafah Amin, menekankan bahwa pengembangan kompetensi ASN bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. “ASN yang tidak belajar akan kehilangan relevansi. Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Saya berharap peserta menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing,” tegasnya.
Musyarrafah juga mengingatkan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. “Kompetensi membuat seseorang mampu, integritas membuat seseorang dipercaya, dan karakter membuat seseorang dikenal. Ketiganya harus dibangun bersama agar ASN benar-benar menjadi pelayan masyarakat,” tutupnya.
Penulis Berita : Arbain