Makassar (BMBPSDM) — Digitalisasi bukan lagi sekadar jargon, melainkan langkah nyata untuk membangun ASN yang modern, efisien, dan berintegritas.

Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar menghadirkan terobosan baru dengan mengintegrasikan tanda tangan elektronik berbasis QR Code pada seluruh dokumen resmi penyelenggaraan pelatihan. Inovasi ini tidak hanya berlaku bagi pimpinan, tetapi juga memberikan akses kepada seluruh ASN, sehingga proses administrasi menjadi lebih transparan dan akuntabel. Aplikasi ini diujicobaterapkan oleh ketua dan sekretaris panitia pelatihan pada Selasa, 4/08/2026.

Langkah ini dipelopori oleh Andi Muhammad Fadel Alfayed, pranata komputer ahli pertama yang baru dikukuhkan sebagai PNS penuh di BDK Makassar tahun 2026. Dalam kesehariannya, Fadel bertugas melakukan monitoring website dan jaringan internet sebagai kebutuhan primer ASN.

Seringkali ia ditantang oleh pimpinan dan tim penyelenggara pelatihan untuk menciptakan aplikasi yang memudahkan koordinasi, monitoring, dan evaluasi progres pekerjaan berbasis elektronik. Hasilnya, lahirlah sistem tanda tangan elektronik QR Code yang mampu meminimalkan penggunaan kertas dalam pelaporan kegiatan, mempercepat proses validasi dokumen resmi pelatihan dan meningkatkan efisiensi koordinasi antarpegawai.

“Dengan sistem ini, setiap dokumen pelatihan kini dapat ditandatangani secara digital oleh ASN yang berwenang, memastikan keabsahan sekaligus mendukung prinsip SPBE,” tutur Fadel.

Dukungan dan apresiasi kepala BDK Makassar, Milawati, mengimbau kepada seluruh ASN di BDK Makassar menggunakan teknologi tersebut melalui e-office. “Integrasi QR Code pada dokumen resmi pelatihan menjadi bukti nyata komitmen BDK Makassar dalam mewujudkan pemerintahan berbasis elektronik. Inovasi ini tidak hanya memperkuat tata kelola administrasi, tetapi juga menegaskan peran ASN sebagai pelayan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi,” jelasnya.

Penulis: Arbain

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3