Menghidupkan Agama Lewat Praktik: Guru PAI Kepulauan Selayar Siap Manfaatkan Lab untuk Generasi Cerdas BerAKHLAK

BENTENG, SELAYAR – Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Makassar kian masif memperkuat sinergi lintas sektoral. Berkolaborasi dengan Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, dan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII), BDK Makassar menggelar Pelatihan Laboran Pendidikan Agama Islam guna mendongkrak kompetensi profesional dan kualitas pengajaran guru agama berbasis praktik nyata.

Kegiatan yang diikuti oleh 41 guru PAI yang bernaung di bawah DPD AGPAII Kabupaten Kepulauan Selayar ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 17 hingga 22 Mei 2026, berpusat di Aula UPTD SMPN 1 Benteng.

Hadirnya laboratorium PAI dinilai menjadi jawaban strategis agar materi keagamaan tidak lagi sekadar menjadi tumpukan teori di dalam kelas, melainkan media konkret dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. Melalui pelatihan ini, para guru ditempa untuk mampu mengoperasikan sarana laboratorium secara akurat demi mewujudkan pendidikan Islam yang inklusif, adaptif, dan kompetitif.

Khidmat Guru dan Validitas Profesi
Ketua DPD AGPAII Selayar, Jumardianto, dalam pengantarnya menyampaikan pesan menyentuh. Ia mengajak seluruh anggotanya untuk memaknai profesi guru sebagai bentuk pengabdian tanpa batas.

“Mari terus berkhidmat melalui jabatan dan ilmu yang kita miliki. Implementasikan hasil pelatihan ini demi kemanfaatan orang banyak. Dengan dedikasi yang tinggi, kesejahteraan tentu akan mengikutinya sebagai buah dari kinerja yang nyata dan berkualitas,” pesan Jumardianto hangat.

Pesan tersebut disambut positif oleh Kepala Kantor Kemenag Kepulauan Selayar, H. Nur Aswar Badulu. Ia menegaskan bahwa pelatihan laboran ini sangat krusial dalam menjaga fokus profesi guru PAI. Menurutnya, guru PAI sebaiknya tetap berkonsentrasi pada linieritas tugasnya dan tidak terbebani oleh tugas tambahan lain—seperti pengelolaan perpustakaan—demi menjaga mutu pembelajaran serta validitas data sertifikasi mereka.

Menjawab Tantangan Zaman di Sekolah Umum
Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kepulauan Selayar, Andi Berlian Evawani, yang hadir mewakili Kepala Dinas, memberikan arahan strategis terkait esensi pendidikan agama.

“Pendidikan agama bukan sekadar teks, tapi pembentukan akhlak. Laboratorium PAI adalah wadah vital untuk membuktikan konsep keimanan secara nyata, agar tidak ada lagi siswa yang hanya paham teori tanpa tahu cara praktik ibadah yang benar,” tegas Andi Berlian.

Ia juga menambahkan bahwa di tengah menjamurnya sekolah Islam swasta, guru PAI di sekolah umum dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi. Tujuannya jelas agar pembelajaran agama menjadi lebih menarik, kreatif, dan menyenangkan bagi generasi digital saat ini.

Komitmen Belajar dan Antusiasme Peserta
Proses pembelajaran langsung memantik antusiasme tinggi sejak hari pertama. Ketua Panitia, Arbain, mengawali sesi dengan memaparkan peta jalan (road map) untuk mencapai target kompetensi pelatihan. Ia menekankan beberapa poin penting bagi peserta:

Memahami dan fokus pada capaian indikator materi.
Aktif berpartisipasi dalam seluruh sesi.
Menghargai perbedaan pendapat antarpeserta.
Membangun kolaborasi yang solid.
Berkomitmen penuh merealisasikan Rencana Tindak Lanjut (RTL) pasca-pelatihan.

Suasana aula pun terpantau semakin cair, ceria, dan penuh semangat saat Widyaiswara Ahli Madya BDK Makassar, Andi Nurjannah, memandu materi Building Learning Commitment (BLC). Sesi ini berhasil mencairkan suasana sekaligus menyatukan frekuensi dan komitmen para peserta untuk menyerap ilmu secara maksimal hingga akhir diklat nanti.

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3