Menteri Agama Republik Indonesia secara resmi membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXX Tahun 2026, yang diikuti oleh para aparatur sipil negara (ASN) potensial dari seluruh unit kerja di lingkungan Kementerian Agama. Dalam sambutannya, Menteri Agama menekankan bahwa tantangan kepemimpinan di era disrupsi digital dan dinamika sosial yang kompleks menuntut adanya pemimpin yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki visi jangka panjang dan kemampuan manajerial yang tangguh. Beliau meminta para peserta untuk menjadikan momen pelatihan ini sebagai titik balik transformasi diri, agar kelak dapat memimpin unit kerjanya dengan integritas, inovasi, dan orientasi pada pelayanan publik yang prima.
Pelatihan yang berlangsung dengan metode blended learning ini dijadwalkan dimulai pada tanggal 4 Agustus hingga 4 Desember 2026. Kombinasi antara pembelajaran daring (online) dan tatap muka (offline) dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi peserta dalam menyerap materi sekaligus memperdalam praktik kepemimpinan melalui simulasi, studi kasus, dan proyek perubahan. Kurikulum yang disusun mencakup penguatan nilai-nilai dasar kepemimpinan birokrasi, manajemen strategis, pengambilan keputusan berbasis data, serta pengembangan jejaring kolaborasi lintas sektor, sehingga peserta mampu menghadapi berbagai skenario krisis dan peluang pembangunan dengan sikap yang proaktif dan solutif.
Kepala Badan Litbang dan Diklat atau pimpinan terkait yang mendampingi acara pembukaan menegaskan bahwa kelulusan dari PKN Tingkat II ini bukan sekadar syarat kenaikan jabatan, melainkan amanah besar untuk membawa perubahan nyata di instansi masing-masing. Para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama empat bulan ke depan untuk meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat budaya organisasi yang positif, dan mendorong tercapainya tujuan strategis Kementerian Agama. Dengan semangat baru ini, lulusan Angkatan XXX 2026 ditargetkan menjadi agen perubahan utama yang mampu mengawal kesuksesan program-program prioritas nasional di bidang keagamaan.