Salam #SahabatReligi,
Keterbatasan Fasilitas Bukan Penghalang, Mushola Bisa Menjadi Laboratorium PAI di Sekolah
BDK Makassar – Keterbatasan fasilitas pembelajaran bukan lagi menjadi alasan untuk menghambat kreativitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI). para guru didorong menghadirkan pembelajaran agama yang lebih inovatif dengan memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di sekolah.
Salah satu gagasan menarik yang mengemuka selama pelatihan Laboran PAI yang diselenggarakan Balai Dikat Keagamaan Makassar bekerjasama dengan KeIompok Kerja Guru (KKG) PAI Kabupaten Gowa adalah pemanfaatan mushola sekolah sebagai laboratorium Pendidikan Agama Islam. Konsep ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, terutama bagi sekolah yang belum memiliki laboratorium PAI secara khusus.
Kepala BDK Makassar, Hj. Milawati, mengatakan bahwa guru PAI dituntut menjadi pendidik yang kreatif dan adaptif dalam menciptakan proses pembelajaran yang bermakna. “Jangan menunggu fasilitas lengkap untuk mulai berinovasi. Mushola dapat menjadi laboratorium PAI yang menghadirkan praktik ibadah, pembiasaan akhlak, hingga pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik,” ujarnya. Jumat, 10/07/2026.
Pelatihan yang diikuti 44 guru PAI Kabupaten Gowa ini tidak hanya membekali peserta dengan konsep pengelolaan laboratorium, tetapi juga mengajak guru mengubah cara pandang bahwa laboratorium PAI bukan sekadar ruangan, melainkan ruang belajar yang mampu menghubungkan teori dengan praktik keagamaan.
Selain itu, peserta juga diingatkan akan pentingnya pengembangan kompetensi secara berkelanjutan. Sebagai Aparatur Sipil Negara, guru memiliki kewajiban mengikuti minimal 20 Jam Pelajaran (JP) pelatihan setiap tahun sebagai bagian dari peningkatan kompetensi profesional.
Dalam kesempatan tersebut juga ditegaskan bahwa guru PAI memiliki posisi strategis karena menjalankan peran pembinaan di dua lingkungan sekaligus, yaitu Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama. Peran ini menjadikan guru PAI sebagai jembatan dalam menguatkan pendidikan karakter, nilai-nilai keagamaan, dan moderasi beragama di lingkungan sekolah.
Pelatihan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya inovasi pembelajaran di sekolah. Ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada peserta, tetapi diterapkan di kelas dan dibagikan kepada rekan sejawat melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG), sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berdampak Nyata.
Melalui pelatihan ini, BDK Makassar bersama KKG PAI Kabupaten Gowa berharap para guru mampu menjadi agen perubahan yang terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang aktif, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di era saat ini.
Salama’ ki Ta pada Salama’
bdkmakassarsiap #bdkmakassarmenujuzonaintegritas #bdkmakassarmenujuwbk #balaidiklatkeagamaanmakassar #zonaintegritas #kemenag#pelatihanberdampak#siapberdampak#agenperubahan