Jakarta.Kementerian Agama Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia aparatur yang tangguh dan responsif terhadap perubahan melalui penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 30. Hal ini disampaikan secara tegas oleh Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM), Muhammad Ali Ramdhani, yang menekankan bahwa tantangan era digital dan dinamika sosial yang cepat berubah menuntut adanya pemimpin yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan adaptasi tinggi. Beliau menyatakan bahwa profil pemimpin masa depan harus mampu membaca peluang, mengelola risiko, dan berinovasi dalam memberikan solusi bagi permasalahan keagamaan dan pelayanan publik.

Dalam arahannya, Muhammad Ali Ramdhani menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai moderasi beragama dengan kompetensi manajerial modern sebagai fondasi kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama. Ia mengajak para peserta pelatihan untuk tidak sekadar mengejar sertifikasi jabatan, melainkan benar-benar menginternalisasi sikap fleksibilitas, berpikir kritis, dan kolaboratif dalam setiap pengambilan keputusan. Pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan strategi menghadapi disrupsi teknologi dan perubahan regulasi, sehingga mereka dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mendorong transformasi birokrasi yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel di unit kerja masing-masing.

Pelaksanaan PKN Tingkat II Angkatan 30 ini menjadi bukti nyata upaya Kementerian Agama dalam memperkuat pilar pengembangan SDM yang berkualitas dan berintegritas. Muhammad Ali Ramdhani berharap agar seluruh peserta dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperluas wawasan, membangun jejaring strategis, dan merancang proyek perubahan yang berdampak langsung bagi peningkatan kinerja organisasi. Dengan adanya pemimpin-pemimpin yang adaptif dan visioner, Kementerian Agama optimis dapat terus menjaga kerukunan umat beragama sekaligus meningkatkan kualitas layanan keagamaan bagi masyarakat Indonesia di tengah arus globalisasi yang semakin deras.(Humas)

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3