MUNA BARAT (BDK Makassar) – Perpustakaan sekolah tak boleh lagi sekadar menjadi ruangan gelap berdebu penampung buku mati. Mulai hari ini, puluhan Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di Kabupaten Muna Barat resmi mengunci komitmen untuk menyulap perpustakaan sekolah menjadi pusat literasi hidup sekaligus benteng pembinaan moral siswa.
Langkah konkret ini diwujudkan melalui Pelatihan Teknis Pengelolaan Perpustakaan Sekolah yang digelar intensif selama enam hari, 6–11 Agustus 2026. Sebanyak 40 hingga 45 guru PAI digembleng dalam pelatihan berdurasi 54 Jam Pelajaran (JP) yang berfokus pada penguasaan materi teknis dan IT. Kegiatan ini lahir dari kolaborasi strategis antara Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar, DPD AGPAII, Kemenag, Dinas Pendidikan, serta Dinas Perpustakaan Muna Barat.
Gebrakan ini membawa angin segar bagi para orang tua murid di Muna Barat. Di tengah maraknya kekhawatiran akan fenomena kenakalan remaja dan pergeseran moral, guru PAI kini tak hanya berperan di dalam kelas, tetapi juga mengambil kendali penuh atas ruang baca anak.
“Kita tidak ingin perpustakaan sekolah hanya menjadi tempat penumpukan buku mati. Mulai hari ini, perpustakaan harus hidup menjadi pusat literasi dan informasi siswa. Pengelolaan yang modern dan terintegrasi ini juga menjadi kunci kelancaran pendataan jam mengajar guru agar syarat sertifikasi 24 jam pelajaran terhubung tanpa kendala ke sistem pusat,” tegas Kepala Kantor Kementerian Agama (Kandep) Muna Barat, Drs. H. Thahiruddin, dalam sambutannya.
Kehadiran para pemangku kepentingan daerah mempertegas keseriusan agenda ini. Turut hadir mendampingi pembukaan kegiatan Kadis Pendidikan Muna Barat: La Samahu, S.Pd., M.Pd. Kadis Perpustakaan Muna Barat: Hamse, S.Pd. Ketua DPD AGPAII Muna Barat: Rusdin, S.Ag., M.Pd. serta Kepala Sekolah: La Pelita, S.Pd., M.M.
Guna memastikan fasilitas pendukung berjalan seimbang, Kepala Dinas Pendidikan Muna Barat, La Samahu, mengonfirmasi komitmen pemerintah daerah untuk menyuplai buku-buku literatur berkualitas. Pihaknya juga menjadwalkan sosialisasi program lanjutan yang menyasar seluruh lini guru mulai 7 September mendatang. Langkah ini berjalan selaras dengan rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) revitalisasi sekolah yang digagas pihak sekolah bersama pemerintah daerah.
Melalui pelatihan resmi ini, para guru PAI Muna Barat dibekali kemampuan teknis pengelolaan perpustakaan digital sekaligus didorong untuk proaktif mendampingi persoalan sosial peserta didik. Sepulang dari pelatihan, perpustakaan sekolah di seluruh Muna Barat siap bertransformasi menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi muda yang tak sekadar cerdas digital, tetapi juga kokoh secara akhlak.