BDK MAKASSAR – Dalam upaya nyata mengakselerasi kualitas layanan keagamaan dan pendidikan yang inklusif, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar secara resmi merilis Jadwal Pelatihan Semester II Tahun 2026 yang akan berlangsung mulai Juli hingga November 2026.
Langkah strategis ini mengacu pada amanat Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 605 Tahun 2026 tentang Transformasi Jalur Pengembangan Kompetensi bagi ASN di lingkungan Kementerian Agama. Melalui pendekatan Kemenag Corporate University (Corpu) yang sedang berjalan, BDK Makassar berkomitmen memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis digital khususnya pada skema Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) guna memperluas hak akses pengembangan diri secara setara bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Non-ASN tanpa dipungut biaya (Rp0,- / Gratis).
Mengusung Semangat “Kemenag Berdampak” Kepala BDK Makassar, Milawati, menegaskan bahwa transformasi pengembangan kompetensi berbasis Corpu pada semester ini diorientasikan untuk memberikan hasil yang nyata serta berdampak langsung pada pelayanan publik di lapangan.
“Pelatihan di BDK Makassar pada Semester II ini bukan sekadar pemenuhan jam pelajaran atau rutinitas formalitas semata. Semangat kita adalah ‘Kemenag Berdampak’. Melalui fleksibilitas PJJ dan kedalaman materi Bimtek, setiap ASN maupun Non-ASN yang selesai mengikuti pelatihan harus membawa perubahan nyata di tempat bertugas baik guru di kelas, penyuluh di masyarakat, maupun petugas layanan publik di kantor. Kita ingin kehadiran Kemenag benar-benar memberikan solusi dan manfaat terukur bagi masyarakat luas,” tegas Milawati.
Kesiapan Teknis PJJ dan Modul Interaktif sejalan dengan pilar Corporate University, kesiapan teknis pembelajaran PJJ dan Bimtek ditekankan oleh Koordinator Widyaiswara BDK Makassar, Fachri. Ia memastikan bahwa seluruh Tim Pengajar melakukan persiapan matang untuk menghadirkan pengalaman belajar mandiri dan terstruktur yang lebih efektif bagi peserta PJJ.
“Pelatihan di Semester II ini kami rancang dengan pendekatan interaktif dan kontekstual. Kami di Tim Pengajar telah menyiapkan seluruh bahan tayang, e-learning, dan modul pembelajaran secara cermat agar materi yang disampaikan dalam PJJ maupun Bimtek mudah dipahami, menarik, dan terdigitalisasi dengan baik,” ungkap Fachri.
“Harapan kami, modul dan bahan tayang yang disiapkan tidak hanya berhenti sebagai materi di layar LMS BDK Makassar, tetapi benar-benar menjadi panduan praktis yang siap diimplementasikan para guru dan pegawai di tempat tugas masing-masing,” lanjutnya.
Inisiatif strategis BDK Makassar pada semester ini menegaskan bahwa pengembangan kompetensi pegawai kini makin mudah diakses, terarah, dan relevan dengan tantangan zaman. Diharapkan, setiap alumni pelatihan mampu membawa semangat perubahan dan mengimplementasikan seluruh ilmu yang didapat langsung di tempat bertugas demi mewujudkan pelayanan keagamaan yang makin inklusif.