BDK Makassar — Layar virtual boleh saja membatasi ruang tatap muka, namun transformasi kompetensi tak mengenal sekat jarak. Selama berhari-hari berjibaku di balik monitor—mulai dari membedah studi kasus, berdiskusi di ruang digital, hingga merumuskan inovasi—sebanyak 160 aparatur dan tenaga pendidik di wilayah kerja Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar resmi menuntaskan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) serentak untuk empat angkatan strategis.

Penutupan resmi dipimpin langsung oleh Kepala BDK Makassar, Hj. Milawati. Rasa bangga dan apresiasi mendalam ia sematkan kepada seluruh peserta yang telah menuntaskan pembelajaran dari empat bidang krusial: Teknis Kehumasan, Al-Qur’an Hadis MTs, IPA MTs, dan Manajemen Wakaf.

Hj. Milawati menegaskan bahwa penyelenggaraan PJJ ini merupakan wujud konkret implementasi Corporate University (CorpU) Kementerian Agama. Melalui pendekatan CorpU, pelatihan bukan lagi sekadar kegiatan belajar individual untuk pemenuhan jam diklat, melainkan ekosistem pembelajaran terintegrasi yang dirancang langsung menjawab kebutuhan strategis organisasi:
• Sinergi Sains & Spiritual: Penguatan kompetensi guru Al-Qur’an Hadis dan IPA MTs diarahkan pada penciptaan pembelajaran kontekstual demi mencetak generasi madrasah yang berdaya saing global sekaligus kokoh dalam nilai keagamaan.
• Komunikasi Publik Berdampak: Praktisi kehumasan disiapkan menjadi garda terdepan manajemen reputasi instansi melalui narasi publik yang kredibel dan adaptif terhadap dinamika era digital.
• Akuntabilitas Aset Umat: Pengelola wakaf dibekali tata kelola modern yang produktif, transparan, serta selaras dengan regulasi negara dan syariah.
“Pendekatan CorpU menuntut pembelajaran yang fleksibel, berbasis digital, dan berorientasi pada hasil nyata (outcome-based). Output ke-160 peserta membuktikan bahwa batasan geografis tidak lagi menjadi hambatan untuk menyelaraskan kapasitas SDM dengan target kinerja instansi,” terang Hj. Milawati.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa esensi utama Kemenag CorpU adalah transfer pengetahuan ke tempat kerja (workplace learning). Para lulusan diharapkan tampil sebagai champion of change (agen perubahan) yang mampu membagikan praktik baik (knowledge sharing), menciptakan inovasi pembelajaran di madrasah, memodernisasi tata kelola wakaf, hingga memperkuat citra lembaga.

Dengan hadirnya 160 SDM kompeten ini, BDK Makassar terus memperkuat perannya sebagai simpul pembelajaran strategis (learning hub) yang menggerakkan peningkatan mutu pendidikan dan layanan keagamaan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, hingga Sulawesi Tenggara.

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3