BDK MAKASSAR — Balai Diklat Keagamaan Makassar memperkuat orkestrasi komunikasi publik Kementerian Agama melalui Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Kehumasan. Pelatihan yang memasuki hari kelima pada Jumat (21/8/2026) ini menyatukan tiga elemen strategis: Pranata Humas, Wakamad Bidang Kehumasan, dan Staf Pelaksana KUA. Langkah ini dirancang untuk mencetak aparatur yang adaptif, profesional, serta mampu menyampaikan pesan lembaga hingga ke akar rumput.

Nasumber PJJ Kehumasan BDK Makassar, Andi Ali Imran Shadiq (Coach Ime’), menegaskan bahwa keberagaman latar belakang peserta menjadi kunci keberhasilan ekosistem komunikasi publik Kemenag. “Pranata Humas fokus pada reputasi lembaga, Wakamad Humas menggerakkan narasi madrasah, dan Staf KUA mengedukasi layanan keagamaan langsung di masyarakat,” ungkapnya.

Kurikulum pelatihan disusun berbasis kebutuhan riil lapangan agar setiap elemen menghasilkan dampak nyata bagi instansi dari Pranata Humas yang Fokus pada manajemen reputasi, analisis isu, penanganan krisis komunikasi, dan kemitraan media massa. Wakamad Kehumasan dibekali keterampilan mengemas inovasi madrasah, penulisan media sosial, produksi konten video, dan komunikasi dengan komite sekolah. Serta staf Pelaksana KUA dipertajam dalam menyusun informasi layanan kepenghuluan, bimbingan perkawinan, dan wakaf dengan bahasa yang ramah dan inklusif.

Salah satu peserta dari Kantor Kemenag Kabupaten Barru, Arga Probowisesa, membagikan pengalamannya menyeimbangkan tugas kedinasan dan pelatihan. “Pelatihan ini bukan sekadar mengejar jam pelajaran, melainkan kebutuhan memperbarui ilmu. Tantangan membagi waktu saat meliput kegiatan di tengah jadwal kelas justru menguji kemampuan prioritas dan adaptasi kami di lapangan,” tuturnya.

Melalui pendampingan intensif Widyaiswara, program ini mengukur keberhasilan pembelajaran dari tiga ranah utama yaitu: 1) Persiapan & Latar Belakang Kehadiran, peserta lintas lini tugas yang membawa pengalaman nyata dari lapangan ke ruang diskusi. 2) Hasilnya langsung Produk komunikasi konkret yang dihasilkan peserta, meliputi siaran pers resmi, naskah video profil, konten media sosial, dan materi edukasi layanan publik. 3) Dan berdampak Jangka Panjang, terciptanya jejaring kolaborasi antar-satuan kerja serta peningkatan kepercayaan diri aparatur sebagai representasi Kemenag yang humanis, akurat, dan responsif.

Sinergi tiga garda komunikasi ini diharapkan mampu membawa ilmu pelatihan kembali ke unit kerja masing-masing, mengubah dokumentasi rutin menjadi pelayanan publik yang informatif dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3