BDK MAKASSAR – Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar terus berkomitmen memperkuat Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penegakan Dua Pilar Program Role Model yang berfokus pada kedisiplinan administrasi digital dan kepedulian lingkungan berbasis nilai keagamaan.
Dua pilar utama tersebut mencakup Kedisiplinan Berbasis e-Office serta program ASRI dan Ekoteologi (Hifz Al-Bi’ah). Program ini dirancang untuk memastikan seluruh pimpinan dan pegawai memberikan teladan nyata dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Pada pilar pertama, BDK Makassar menerapkan transparansi dan ketepatan waktu dalam tata kelola administrasi pegawai melalui aplikasi e-Office. Pengisian Laporan Kinerja Harian (LKH), Laporan Kinerja Periodik (LKP), hingga pengajuan surat izin kini dilakukan secara digital dan terintegrasi tanpa pengecualian manual.
Sementara itu, pada pilar kedua, BDK Makassar mengusung konsep Ekoteologi yaitu mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan (hifz al-bi’ah atau menjaga lingkungan) ke dalam budaya kerja. Implementasi pilar ini diwujudkan melalui aksi rutin Rabu Bersih, penanaman dan perawatan tanaman di lingkungan asrama dan kantor, serta gerakan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
Kepala BDK Makassar menegaskan bahwa keteladanan harus dimulai dari tingkat pimpinan sebelum ditularkan kepada seluruh pegawai.
“Menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari komitmen iman dan ibadah kita. Dengan pimpinan memberikan teladan, seluruh pegawai akan bersama-sama melanjutkan budaya positif ini,” ujarnya.
Melalui penguatan dua pilar ini, BDK Makassar berharap dapat menciptakan lingkungan kerja yang modern, transparan, nyaman, dan berintegritas tinggi demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan stakeholder Kementerian Agama.