BDK MAKASSAR – “Perjalanan panjang dari seleksi ketat hingga akhirnya berdiri di sini bukanlah akhir, melainkan awal dari amanah besar. Kami tidak hanya datang untuk belajar, tetapi untuk membawa pulang semangat baru demi melayani umat,” ungkap salah satu dari lima peserta terbaik utusan Balai Diklat Keagamaan Makassar.
Kalimat tersebut menggambarkan semangat tinggi yang mengiringi pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Optimalisasi dan Paruh Waktu. Kegiatan berskala nasional ini diselenggarakan secara hybrid oleh Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen Kepemimpinan dan Moderasi Beragama (Pusbangkom MKMB) di bawah naungan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kementerian Agama RI.
Acara dibuka dengan pembacaan sambutan tertulis Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang menekankan pentingnya menginternalisasikan nilai-nilai moderasi beragama ke dalam setiap celah pelayanan publik. Sambutan tersebut disambut hangat oleh Kepala BMBPSDM Kemenag RI, Muhammad Ali Ramdhani, yang menegaskan bahwa orientasi ini menjadi pijakan strategis untuk menempa fondasi kepemimpinan serta integritas moral para ASN baru.
“Kalian adalah individu-individu terpilih yang telah menyisihkan ribuan pendaftar. Formasi ini dirancang bukan sekadar untuk mengisi kekosongan administratif, melainkan untuk mempercepat efisiensi birokrasi dan memperluas jangkauan layanan keagamaan di seluruh pelosok,” tegas Muhammad Ali Ramdhani dalam arahannya. Beliau mengajak seluruh peserta untuk mentransformasi pola pikir (mindset) agar siap menjadi agen perubahan yang inovatif dan akuntabel.
Sinergi Indonesia Timur, Dalam agenda nasional ini, BDK Makassar secara resmi mengutus lima peserta terbaiknya yang merupakan hasil seleksi internal yang ketat. Kelima utusan ini bergabung dalam satu gelombang pelatihan bersama peserta dari BDK Ambon, BDK Manado, dan BDK Banjarmasin.
Pelatihan intensif yang dijadwalkan berlangsung pada 14–19 September 2026 ini membekali peserta dengan pelbagai materi krusial, antara lain: Manajemen Kepemimpinan Publik, Strategi Komunikasi Moderasi Beragama, Etika Birokrasi dan Akuntabilitas dan Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pelayanan Umat. Seluruh materi disampaikan langsung oleh para pakar dan praktisi lintas bidang dari tingkat pusat hingga daerah.
Membawa Pulang Dampak Nyata, Partisipasi aktif BDK Makassar dalam kolaborasi antar-balai diklat se-Indonesia Timur ini diharapkan dapat memperkuat jejaring profesionalisme dan mempercepat pertukaran praktik birokrasi terbaik (best practices).
Usai merampungkan masa orientasi kelak, kelima peserta terbaik BDK Makassar ini diharapkan tidak hanya mengantongi ilmu, tetapi juga menjadi garda terdepan yang menularkan energi positif kepada rekan sejawat—mewujudkan birokrasi Kementerian Agama yang makin religius, moderat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.