Muna Barat (BDK Makassar) – Menghabiskan waktu dari tanggal 6 hingga 11 Agustus 2026 di dalam ruang pelatihan bukan lagi soal mendengarkan materi yang menjenuhkan, melainkan sebuah perjalanan yang membuka mata bagi para pengelola perpustakaan di Kabupaten Muna Barat. Selama enam hari penuh, suasana pelatihan yang digelar atas kerja sama Kantor Kementerian Agama Kabupaten Muna Barat dan Balai Diklat Keagamaan Makassar terasa begitu hidup. Peserta diajak merombak total cara pandang mereka terhadap perpustakaan dari tempat yang identik dengan tumpukan buku, menjadi ruang belajar digital yang seru dan dinamis.
Perubahan itu dirasakan langsung oleh para peserta saat menyelami kurikulum praktis yang disiapkan. Tak hanya diajarkan teori, mereka dibimbing merapikan pengatalogan digital, memahami seni merawat koleksi agar tak cepat rusak, hingga menyusun strategi promosi kreatif untuk memikat minat baca para siswa di era disrupsi informasi.
Dampak positif dari pelatihan ini berpuncak pada acara penutupan resmi yang dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Muna Barat, H. Thahiruddin, dan Kepala BDK Makassar, Hj. Milawati. Kehadiran kedua pimpinan tersebut menegaskan komitmen kuat dalam mendorong standar pelayanan pendidikan yang unggul di Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, H. Thahiruddin menekankan pentingnya modernisasi tata kelola perpustakaan di lingkungan madrasah dan sekolah.
“Perpustakaan bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan pusat belajar yang dinamis yang memerlukan manajemen modern berbasis teknologi,” tegas H. Thahiruddin.
Dukungan senada juga disampaikan oleh Kepala BDK Makassar, Hj. Milawati, yang menggarisbawahi bahwa pelatihan ini dirancang langsung untuk menjawab tantangan zaman agar pengelola dapat beradaptasi cepat.
Kini, pelatihan itu telah resmi ditutup, namun dampaknya baru saja dimulai. Puluhan tenaga pengelola perpustakaan di Muna Barat pulang ke satuan pendidikan masing-masing dengan percaya diri tinggi. Berbekal keterampilan standar nasional dan sistem tata kelola yang lebih efisien serta transparan, mereka siap menghidupkan kembali perpustakaan sebagai jantung pengetahuan dan mencetak generasi muda yang makin cinta membaca.