BDK MAKASSAR (Humas) — Balai Diklat Keagamaan (BDK) Makassar kembali menghadirkan terobosan modern dalam penyelenggaraan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ) Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Angkatan 1.

Melalui integrasi media interaktif berbasis HTML yang disematkan langsung pada portal Educational Corporate Repository (EduCorpRepo), peserta pelatihan diajak mengeksplorasi materi “Panca Cinta 4: Cinta Diri dan Sesama” secara mandiri, interaktif, dan mendalam. Media interaktif ini dikembangkan secara khusus oleh Dr. Muh. Zainal, S.Ag., M.Pd. selaku pengembang media sekaligus pemateri, didampingi Khidir, S.Sos., M.M. sebagai tim pengajar, untuk mengukur tingkat keseimbangan Tri-Kasih pendidik yang mencakup tiga indikator utama: Cinta Diri (Self-Love), Cinta Sesama (Rekan Pendidik), serta Cinta pada Siswa.

Desain teknis media interaktif berbasis HTML ini mengusung pendekatan CyberGogy yang menekankan kemudahan akses tanpa hambatan teknis. Karena disematkan langsung pada laman web, peserta dapat membuka instrumen ini secara fleksibel menggunakan berbagai perangkat, baik smartphone, tablet, maupun komputer, tanpa perlu mengunduh atau menginstal aplikasi tambahan. Sifatnya yang lightweight dan zero-installation ini menjadi faktor kunci yang menjamin kepraktisan tinggi, sehingga seluruh peserta dari berbagai wilayah dapat menyelesaikan refleksi tanpa terkendala spesifikasi perangkat.

Dari aspek pedagogis, media ini menerapkan pendekatan Deep Learning yang memicu aspek kesadaran penuh (mindfulness) dan kebermaknaan (meaningfulness). Saat mengisi instrumen, peserta tidak sekadar menjawab kuesioner formal, melainkan dipandu untuk melakukan introspeksi mendalam mengenai sejauh mana mereka telah merawat mental diri sendiri, membangun sinergi dengan sesama guru di sekolah, serta mencurahkan kasih sayang saat mengajar. Sistem secara otomatis mengolah data input peserta dan langsung menampilkan kalkulasi persentase Tri-Kasih beserta kategori profil guru secara real-time, lengkap dengan teks ringkasan refleksi yang siap disalin untuk bahan diskusi kelompok.

Respon dan antusiasme peserta PJJ KBC Angkatan 1 terhadap inovasi ini sangat tinggi. Berdasarkan rekapitulasi data dari 25 responden yang menginputkan hasil refleksinya, rata-rata skor Cinta Diri (Self-Love) mencapai 86,80%, yang menandakan tingginya kesadaran guru dalam menjaga kesehatan mental dan membatasi tingkat stres kerja. Sementara itu, skor Cinta Sesama (Rekan Pendidik) dan Cinta pada Siswa sama-sama memperoleh angka rata-rata yang sangat tinggi, yaitu 93,40%. Secara keseluruhan, sebanyak 84,0% (21 guru) terpetakan dalam profil “Guru Teladan Penuh Kasih & Seimbang”, sedangkan 16,0% (4 guru) masuk dalam kategori “Guru Berdedikasi yang Terus Berkembang”. Para peserta mengapresiasi kemudahan instrumen ini karena memberikan gambaran konkret mengenai kondisi psikologis dan sosial mereka sebagai pendidik.

Keberhasilan implementasi media interaktif hasil karya Dr. Muh. Zainal, S.Ag., M.Pd. ini memberikan model yang sangat potensial untuk direplikasi pada moda pelatihan lain, baik PJJ maupun Blended Learning. Bagi pengelola diklat atau widyaiswara yang ingin mereplikasi metode ini, langkah utamanya adalah menyusun variabel refleksi emosional ke dalam skrip interaktif HTML/JavaScript yang ringan, kemudian mengintegrasikannya (embed) ke dalam postingan blog atau LMS lembaga. Model refleksi otomatis seperti ini sangat efektif diterapkan pada materi-materi kepribadian, sosial, serta kepemimpinan pendidikan untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan (joyful learning) sekaligus terukur secara data.

Penulis: Dr. Muh. Zainal, S.Ag.,M.Pd.

Categories Berita

Leave a Comment

×
Slide 1 Slide 2 Slide 3